Cari

Perempuan Kerajaan Sunda Telanjang Dada?

Balinese Daseressen/Penari Bali. Tahun 1936 Foto: geheugenvannederland.nl
Perempuan Bali dalam dokumentasi Belanda.

[Historiana] - Kerajaan Sunda adalah kerajaan yang pernah ada di bagian Barat pulau Jawa (Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah sekarang).Di wilayah Jawa Barat Muncul kerajaan Sunda yang diduga merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanegara yang runtuh pada abad ke-7.

Menurut kitab Carita Parahiyangan, sebenarnya lahirnya Tarumanegara telah didahului oleh sebuah kerajaan yang bernama Salakanagara yang beribukota di Rajataputra. Kerajaan salakanagara sebelum diperintah oleh raja Dewawarman (Dharmalokapala) merupakan sekumpulan pedukuhan kecil-kecil yang dikuasai oleh Aki Tirem. Namun,sayang sekali sumber sejarah lain tidak ada yang menguatkannya sehingga keberadaan keraaj tersebut masih diragukan.

Berita pertama kemunculan Kerajaan sunda diperoleh dari prasasti Canggal (732). Prasasti canggal menerangkan , Sanjaya (Raja Mataram) telah mendirikan tempat pemujaan di Kunjarakunja (daerah Wukir). Dia adalah anak Sannaha, saudara perempuan Raja sanna.

Berkenaan dengan hal tersebut, kitab carita parahiyangan mengatakan bahwa raja Sena berkuasa di kerajaan Galuh. Suatu ketika terjadi perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh Rahyang Purbasora. Raja sena berhasil dikalahkan dan melarikan diri ke Gunung merapi bersama keluarganya. Selanjutnya, sanjaya putra Sannaha berhasil mengalahkan Rahyang Purbasora dan menduduki takhta Galuh. Beberapa waktu kemudian, Raja sanjaya pindah ke Jawa Tengah menjadi raja di Kerajaan Mataram, sedangkan Sunda dan Galuh diserahkan kepada puteranya, Rahyang Tamperan. Sampai saat ini para ahli masih berbeda pendapat mengenai keterkaitan antara tokoh Sanna dan sanjaya di dalam prasasti Canggal dengan raja sena dan Sanjaya di dalam kitab carita parahiyangan.

Dalam waktu yang cukup lama tidak diketahui perkembangan keadaan Kerajaan Sunda selanjutnya. Kerajaan Sunda baru muncul lagi pada tahun 1030 ketika dipimpin oleh Maharaja Sri Jayahbhupati. Nama Sri Jayabhupati terdapat pada Sang Hyang Tapak yang ditemukan di daerah Cibadak (Sukabumi).

Tahun 1030 - 1579 Masehi (sumber: portalsejarah.com) Kerajaan Sunda dan Galuh melebur menjadi Pajajaran. Dimana sebelumnya Sundapura hanya wilayah kecil di bawah Kerajaan Tarumanegara tahun


Meskipun nama Sunda disebutkan dalam prasasti, naskah-naskah kuno, dan catatan sejarah dari luar negeri, Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto menyatakan bahwa belum begitu banyak prasasti yang ditemukan di Jawa Barat dan secara jelas menyebutkan nama kerajaannya, walau dalam berbagai sumber kesusastraan, secara tegas Sunda merujuk kepada nama kawasan.

Diduga sebelum keruntuhannya tahun 1579, Kerajaan Sunda telah mengalami beberapa kali perpindahan pusat pemerintahannya, dimulai dari Galuh dan berakhir di Pakuan Pajajaran. Jadi Pakuan Pajajaran berdiri 1030 Masehi dan berakhir 1579 Masehi sebagai keraajaannya orang Sunda.

Kembali ke Judul tulisan ini: Perempuan Kerajaan Sunda Telanjang Dada? Mungkin ya mungkin tidak....

Bila kita asosiasikan dengan foto-foto perempuan Bali zaman dahulu (Abad 20) yang bertelanjang dada, mungkinkah juga di kerajaan Sunda yang jauh berabad lampau berpakaian sama?

Ada catatan sejarah dari Cina
Menurut Hirth dan Rockhill, ada sumber Cina tertentu mengenai Kerajaan Sunda. Pada saat Dinasti Sung Selatan, inspektur perdagangan dengan negara-negara asing, Zhao Rugua mengumpulkan laporan dari para pelaut dan pedagang yang benar-benar mengunjungi negara-negara asing. Dalam laporannya tentang negara Jauh, Zhufan Zhi, yang ditulis tahun 1225, menyebutkan pelabuhan di "Sin-t'o". Zhao melaporkan bahwa:

"Orang-orang tinggal di sepanjang pantai. Orang-orang tersebut bekerja dalam bidang pertanian, rumah-rumah mereka dibangun diatas tiang (rumah panggung) dan dengan atap jerami dengan daun pohon kelapa dan dinding-dindingnya dibuat dengan papan kayu yang diikat dengan rotan. Laki-laki dan perempuan membungkus pinggangnya dengan sepotong kain katun, dan memotong rambut mereka sampai panjangnya setengah inci. Lada yang tumbuh di bukit (negeri ini) bijinya kecil, tetapi berat dan lebih tinggi kualitasnya dari Ta-pan (Tuban, Jawa Timur). Negara ini menghasilkan labu, tebu, telur kacang dan tanaman."

Nah kita cermati kabar dari catatan Zhao Rugua: "Laki-laki dan perempuan membungkus pinggangnya dengan sepotong kain katun, dan memotong rambut mereka sampai panjangnya setengah inci"

Penafsirannya bahwa sangat jelas laki-laki dan perempuan mengenakan kain di pinggang. Keduanya sama. tidak dijelaskan bahwa perempuan mengenakan kain hingga dada. Jika demikian, penampilan perempuan kerajaan Sunda seperti demikian...
Gambaran orang Sunda Laki-laki dan perempuan sekitar tahun 1225 Masehi berarti sudah memasuki periode kerajaan Pakuan Pajajaran (hasil meleburnya kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh).

Mengutip dari situs westjavainc.org tentang gambaran perempuan Sunda..

Berdasarkan foto-foto jaman Belanda khususnya tentang wanita pribumi Sunda (Soendanese) yang telanjang ... mungkin benar adanya atau sebagian karena kebutuhan seni. Bila kita memerhatikan foto di atas, bahwa foto diambil di studio. Apakah hanya untuk kebutuhan foto, wanita itu telanjang? atau memang kesehariannya memang telanjang? hmmm... kita harus menelusurinya lagi.

Namun untuk catatan Cina bahwa perempuan Sunda telanjang dada (hanya memakain kain samping hingga pinggang) sangat mungkin untuk masa sebelum milenia kedua (di bawah tahun 1000 Masehi) atau lebih kurang pada periode tersebut. Bila diasosiasikan dengan wanita Bali yang telanjang dada hingga awal abad 20, bisa jadi demikian yang terjadi di Sunda-Jawa Barat.

Selain menggambarkan penampilan penduduk kerjaan Sunda, catatan Rugua juga mengambarkan Lada yang tumbuh di bukit (negeri ini) bijinya kecil, tetapi berat dan lebih tinggi kualitasnya dari Ta-pan (Tuban, Jawa Timur). Negara ini menghasilkan labu, tebu, telur kacang dan tanaman.

Buku perjalanan Cina Shunfeng xiangsong dari sekitar 1430 mengatakan :

"Dalam perjalanan ke arah timur dari Shun-t'a, sepanjang pantai utara Jawa, kapal dikemudikan 97 1/2 derajat selama tiga jam untuk mencapai Kalapa, mereka kemudian mengikuti pantai (melewati Tanjung Indramayu), akhirnya dikemudikan 187 derajat selama empat jam untuk mencapai Cirebon. Kapal dari Banten berjalan ke arah timur sepanjang pantai utara Jawa, melewati Kalapa, melewati Indramayu, melewati Cirebon."

Catatan terakhir tentang Cirebon, akan kita bahas tentang Babad Tjirebon dalam Versi Klayan

Sundapura adalah nama sebuah kota pada jaman kerajaan tarumanagara. Kota ini adalah ibukota kerajaan tarumanagara pada waktu itu. Posisi pasti kota ini sampai sekarang masih jadi perdebatan diantara peneliti dan sejarawan. Ada yang menduga posisi kota sundapura adalah di Kabupaten Bogor saat ini, ada juga yang memperkirakan posisinya berada di kabupaten Bekasi dan bahkan di sepanjang aliran sungai citarum di daerah Karawang, Jawa Barat.

Nama Sundapura sendiri mulai diperkenalkan oleh Maharaja Purnawarman pada tahun 397 Masehi untuk menyebut ibukota kerajaan yang didirikannya, Tarumanagara.

Kota ini juga yang menginspirasi Tarusbawa, penguasa Tarumanagara yang ke-13, karena pengaruh kerajaan Tarumanagara pada waktu semakin menurun akhirnya Tarusbawa pada tahun 670 Masehi (Abad ke-7 M) mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Tarumanegara menjadi negara bawahan Kerajaan Sunda.

Kota Sundapura merupakan Ibu Kota kerajaan pertama yang ada di pulau jawa, bahkan di Indonesia. Dan jika benar posisinya sekarang terletak di daerah Jabodetabek, maka tidak heran jika para pendahulu kita menjadikan Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia. Karena memiliki akar historis yang cukup kuat. 

Seiring dengan ditemukannya kompleks percandian di Batu Jaya dan Cibuaya Kabupaten Karawang sekitar tahun 1984, semakin mempertegas keberadaan Kerajaan Tarumanagara dan Kota Sundapuranya. Sebagian peninggalan kerajaan Tarumanagara selama ini hanya berupa prasasti sepereti batu tulis di Bogor dan prasasti Ciareuteun.

Candi Batujaya Karawang Jawa Barat
Kompleks Percandian Batujaya adalah sebuah suatu kompleks sisa-sisa percandian Buddha kuna yang terletak di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Situs ini disebut percandian karena terdiri dari sekumpulan candi yang tersebar di beberapa titik.
Baca Juga

Sponsor