Cari

Dimanakah Makam Nyai Rara Santang? | Ibunda Sunan Gunung Jati

Ilustrasi

[Historiana] - Oleh Alam Wangsa Ungkara. Dalam cerita yang mashur di Jawa Barat, dikenal tokoh Nyai Rara Santang. Nyai Rara Santang adalah putri Prabuguru Dewaprana Sri Baduga Maharaja, raja Pajajaran dari istrinya yang bernama Subang Larang. Lengkapnya bahwa dikisahkan, dari Nyai Subang Larang ,memiliki 3 orang putra-putri. Putra Pertama adalah Walangsungsang, kedua Rara Santang dan ketiga Kian Santang.

Kurun waktu itu sudah berlalu. Adakah jejaknya? Dimanakah Makam Nyai Rara Santang Sebenarnya? mengutip Kitab Nagara Krethabhumi Dwitya Sarga (buku ke-2) dari Pangeran Wangsakerta Cirebon, kita dapat mengetahuinya.
"...Sebelah timur makam Fadhillah adalah makam Nyi Mas Hajjah Syarifah Mudaim ibunda susuhunan jati.Itu semua lima makam ada di dalam gedung “lemah duwur” (siti inggil)."
Dalam kutipan di atas, nama Fadillah adalah Fadillah Khan atau Fatahillah yang terknal sebagai "penakluk" Sunda Kelapa. ia seorang panglima perang Kesultanan Demak yang berasal dari Gujarat (menurut Kitab Nagara Krethabhumi Dwitya Sarga). Sedangkan Nyi Mas Hajjah Syarifah Mudaim adalah nama lain dari Nyai Rara Santang. Nama ini disandangnya setelah melaksanakan ibadah Haji.

Dengan demikian, makam (kuburan) Nyai Rara Santang berada di Kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati Cirebon. Jejak yang sebenarnya sangat penting bagi raja-raja/sultan Cirebon. Apalagi ia adalah Ibunda Cakrabuwana (mbah Kuwu Sangkan) atau Raden/Rakyan Walangsungsang penguasa Cirebon. Keberadaan dan kepastian makan Ibundanya, sudah barang tentu akan sangat diperhatikan.

Di Karawang?
Mengutip disparbud.jabarprov.go.id dan radarkarawang.id, memberitakan bahwa Nyi Mas Rara Santang atau Nyi Mas Ratu Gamparan adalah salah satu tokoh Islam yang di makamkan di Kecamatan Jayakerta Karawang. Hingga kini, makamnya selalu diziarahi peziarah.

Sejumlah litelatu menuturkan, Nyi Mas Rara Santang atau Nyi Mas Ratu Gamparan, adalah Putri Raja Pajajaran yang bernama Raden Pamanah Rasa bergelar Prabu Siliwangi dari Permaisuri Nyi Subanglarang, murid pertama Pesantren Syech Quro. Nyi Mas Rara Santang meninggalkan Kerajaan Pajajaran, menyusul kakaknya Raden Walang Sungsang yang sedang mencari syariat agama Islam.

Dalam kejaran tentara Kerajaan Pajajaran, Nyi Mas Gamparan keluar masuk hutan, karena kakinya bengkak di satu dusun, lalu beristirahat dibawah pohon kosambi sambil bersemedi, lalu menggali tanah hingga keluar mata air yang kemudian disebut air suci. Sampai saat ini makam Nyi Mas Gamparan masih didatangi masyarakat untuk ziarah, karena berkat jasanya menyebarkan agama Islam di Karawang. Lokasi Makam Nyi Mas Gamparan terletak di Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta.

Kuncen makam Nyi Mas Ratu Gamparan, Icang (60) menuturkan, makam Nyi Masa Ratu Gamparan sudah ditetapkan sebagi situs cagar budaya. Pihaknya mengaku banyak pendatang dari luar daerah Karawang untuk berziarah, seperti Aceh, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Tanjungpriok Jakarta, Kebun Jeruk Jakarta Barat, bahkan sempat dari luar negeri seperti Malaysia yang datang ke makam Nyi Mas Ratu Gamparan. “Belum lama ada dua bus orang Priok yang datang kesini, sebelumnya 7 bus, jadi sering orang Priok ke sini,” jelasnya.

Ia melanjutkan, setiap hari ada saja orang yang berziarah ke makam Nyi Mas Ratu Gamparan, bahkan kalau setelah lebaran banyak dari luar daerah yang datang. Pihaknya mengaku untuk mengingat leluhur setiap malam Rabu pukul 20:00 sampai 02:00 diadakan tawasulan rutin. “banyak yang ikut, ada juga dari Bekasi, dan kebanyakan pendatang itu dari luar Karawang,” pungkasnya.


Referensi

  1. "Naskah Nagara Kretabhumi" Dwitya Sarga" Karya Pangeran Wangsakerta Cirebon tahun 1670" Eadenayulina.wordpress.com Diakses 25 Juni 2019.
  2. "Makam Nyi Mas Rara Santang". disparbud.jabarprov.go.id 12-12-2011 Diakses 4 Agustus 2020
  3. "Makam Nyi Mas Ratu Gamparan Selalu Diziarahi". radarkarawang.id 13 Mei 2019 Diakses 4 Agustus 2020.

Baca Juga

Sponsor