Cari

Wawacan Babad Majapahit | Kisah dalam Babad




[Historiana] - Sebuah cerita dalam bentuk wawacan yang digubah oleh Kadir Tisna Sudjana. Cetakan pertama 19... dan kedua 1981, Jakarta, Balai Pustaka. Jika dilihat isinya membayangkan cerita sejarah. Besar kemungkinan berasal dari bahasa Jawa.

Wawacan adalah bentuk karya sastra yang sangat populer pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Sebelum orang Sunda mengenal bentuk penulisan prosa, hampir semua bentuk tulisan disusun dalam bentuk puisi wawacan dan dangding, yang dikarang menggunakan aturan pupuh. 

Ringkasan Cerita 

Raja Singosari yang bernama Kartanagara mempunyai empat orang putri. Putri sulung diperistri oleh Raden Wijaya dan putri kedua oleh Raden Ardaraja, putra Raja Daha yang bernama Jayakatwang.

Kartanagara mempunyai tangan kanan yang bernama Banyak Wide. Ternyata Banyak Wide tidak setia kepada rajanya. Ia bermaksud merebut kerajaan dari Kartanagara, lalu berkomplot dengan Jayakatang. Karena Kartanagara mengetahui maksud jahat orang kepercayaannya, akhirnya Banyak Wide dipindahkan ke Madura. Dan setelah berada di Madura pun Banyak Wide masih tetap berhubungan dengan Jayakatwang.

Kartanagara bersahabat dengan Raja Tiongkok. Namun karena Raja Tiongkok menganggap Singosari taklukannya, akhirnya Kartanagara menjadi marah. Ia memberi peringatan secara kasar kepada utusan Raja Tiongkok. Pecahlah hubungan mereka. Raja Tiongkok marah dan berniat menggempur Singosari.

Pada waktu pasukan Kartanagara sedang dikirimkan ke Sumatra, tiba-tiba Singosari diserang oleh pasukan dari Daha yang dipimpin oleh Jayakatwang. Serangan pasukan Daha mendapat perlawanan dari pasukan Singosari yang dipimpin Raden Wijaya. Tapi karena tidak seimbang, akhirnya pasukan Raden Wijaya kalah. Singosari jatuh ke tangan Jayakatwang dan Raden Wijaya mengungsi ke Madura.

Setelah agak lama tinggal di Madura akhirnya Raden Wijaya kembali lagi ke Jawa, lalu berpura-pura mengabdi kepada Jayakatwang. Ia diberi tanah Tank yang kelak menjadi Majapait. Nama Majapait berasal dari buah maja yang rasanya pahit.

Sewaktu Jayakatwang berkuasa di Singosari, tiba-tiba datanglah pasukan Raja Tiongkok yang akan menggempur. Raden Wijaya memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia menggempur Singosari bersama pasukan Tiongkok, Jayakatwang dapat dikalahkan.

Tentara Tiongkok bermaksud meminta bagian dari harta rampasan perang yang dikuasai Raden Wijaya. Namun tiba-tiba pasukan Majapait itu menyerangnya. Dan akhirnya pasukan Tiongkok dapat dikalahkan tentara Majapait.

Raden Wijaya menjadi raja besar di Majapahit. Ia membawahi seluruh wilayah Jawa Timur. Selanjutnya, Raden Wijaya berganti nama menjadi Kertajasa Jayawardaha, atau disebut juga Brawijaya I.

Pada tahun 1309 Raden Wijaya wafat. Sebelum sempat memerintahkan membuat arca pribadinya, dirupakan seperti Dewa Siwa sedang menunduk. Arca tersebut terdapat di sekitar Blitar

Sumber: Ensiklopedi Sastra Sunda Kemendikbud RI pdf - Diakses 26 Desember 2019.
Baca Juga

Sponsor