![]() |
kait ikan tertua di dunia ditemukan di Sakitari Cave di Okinawa, Jepang. |
Para peneliti mengungkap penemuan kail pancing berusia 23 ribu tahun, yang tertua di dunia, di bagian selatan Jepang.
Kail itu ditemukan di Gua Sakitari di ujung selatan Pulau Okinawa beberapa tahun lalu, menurut ketua peneliti dan kurator Museum Prefektur Okinawa dan Museum Seni, Masaki Fujita.
"Dan kami akhirnya menyimpulkan lapisan geologi pada penemuan kail pancing terbentuk 23 ribu tahun lampau," kata Fujita seperti diberitakan CNN pada Senin, 19 September 2016.
Kail yang terbuat dari cangkang siput laut itu bentuknya mirip bulan sabit dan mungkin digunakan untuk menangkap ikan kakatua atau belut.
Dalam artikel di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, para peneliti menyebutkan usia kail itu sebanding atau lebih tua jika dibandingkan dengan kail pancing dari Timor dan Pasifik.
Studi itu juga menunjukkan bahwa teknologi maritim maju sudah ada di Asia-Pasifik jauh lebih awal daripada perkiraan sebelumnya, menurut Fujita.
"Luar biasa mengetahui bagaimana teknik memancing yang kita punya sekarang bisa jadi sama dengan yang digunakan pada zaman kuno," kata peneliti tersebut.
Kepiting 'paling lezat'
Sebelumnya diperkirakan bahwa manusia purba mengalami kesulitan hidup untuk jangka waktu yang lama karena sumber daya yang miskin pulau itu. Namun, kait ikan yang berhasil digali antara artefak lainnya termasuk manik-manik dan alat, serta katak, burung dan belut yang hangus, menunjukkan yang nenek moyang kita telah mengkonsumsinya.
Penemuan residu kepiting air tawar, yang telah ditangkap dan dikonsumsi pada musim gugur ketika mereka hidup di zaman itu merupakan "yang paling lezat" menggambarkan bagaimana awal manusia memiliki hidangan mewah untuk hidangan musiman.
Mereka menyimpulkan bahwa semua bukti menunjukkan bahwa manusia bisa hidup di Okinawa untuk setidaknya 35.000 tahun.