Cari

Red Bull Meminta Maaf di Media Cetak Gara-gara Parkour di Borobudur, Adakah Permohonan Maaf Azan di Borobudur?

Parkour di Borobudur. Foto: Rappler.com
[Historiana] - Kasus aksi parkour di Candi Borobudur oleh seorang model minuman berenergi, Red Bull, yang menuai kecaman pada bulan Maret lalu memasuki babak baru dengan adanya permohonan maaf dari perusahaan terkait.

Seperti yang dilansir situs Balai Konservasi Borobudur (BKB), Red Bull GmbH yang merupakan perusahaan minuman energi Red Bull yang mensponsori aksi parkour ilegal tersebut resmi meminta maaf melalui media cetak nasional dan daerah.

Permintaan maaf dilakukan secara terbuka di sejumlah media cetak seperti Kompas, Republika, Media Indonesia, Kedaulatan Rakyat, dan Tribun Jogja.

Permohonan maaf RedBull di Media. Foto: bhagavant.com

“Kami, Red Bull GmbH dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada Rakyat Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan umat Buddha di dunia sehubungan dengan pengambilan video di Candi Borobudur tanpa ijin dari pihak berwenang,” kata pihak Red Bull GmbH dalam beberapa media cetak pada Rabu (29/6/2016).

Red Bull GmbH, memiliki rasa hormat yang tinggi atas kesucian dan kesakralan Candi Borobudur dan juga atas budaya, warisan budaya, Pemerintah dan Rakyat Indonesia.”

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya dan kesalahan ini tidak akan terulang lagi,” kata mereka.

Sementara menurut Kepala BKB, Marsis Sutopo, pihaknya senantiasa membuka pintu maaf bagi Red Bull yang dinilainya telah melanggar UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Baguslah, itu tandanya dari Red Bull sudah menyadari kalau tindakannya tersebut jauh berseberangan dengan semangat pelestarian Candi Borobudur yang selama ini terus kami galakan,” kata Sutopo, Kamis (30/6/2016).

Aksi parkour di Candi Borobudur terungkap dalam sebuah video iklan minuman berenergi tersebut yang diunggah di laman Facebook resmi Red Bull, pada 17 Maret 2016. Dalam video tersebut menampilkan seorang model bule melakukan adegan parkour, yaitu aksi berlari, melompat, mendaki, dan salto, di atas Candi Borobudur.

Atas terjadinya peristiwa tersebut Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) sempat menyampaikan protes dan menuntut pihak Red Bull untuk meminta maaf ke publik khususnya kepada umat Buddha atas kasus video tersebut.
Aksi tersebut tentu saja dapat merusak kelestarian Candi Borobudur sebagai cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang bahkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.[Bhagavant, 1/7/16]

Adakah Permohonan Maaf untuk Azan di Borobudur?
Barangkali Anda yang belum tahu bertanya: adakah orang azan di Borobudur. Iya, benar. Azan yang dilakukan di candi Borobudur.


Keterangan dalam video youtube:
Seorang sufi dari Tarekat Naqshbandiyah yang lahir di Lebanon tahun 1945 dan mulai 1991 ia tinggal di Amerika atas perintah gurunya untuk menyebarkan ajaran Islam disana. 

Saat ini ia mengepalai Naqshbandi Haqqani Sufi Order of America serta mendirikan dan memimpin beberapa organisasi keagamaan non-profit seperti: 
- Chairman of the As-Sunnah Foundation of America
- Islamic Supreme Council of America(ISCA)

Tahun 2003, Maulana Syeikh Hisham Kabbani in pernah berkunjung ke Borobudur dan mengumandangkan Adzan di sana serta menjelaskan tantang Borobudur berdasarkan perspektif spiritual metafisis beliau.

Sangat menarik.... Borobudur adalah Head Quarter (Kantor Pusat) Jin, setiap stupa dihuni (dijaga) oleh lebih dari 1000 jin....

Benar atau tidaknya seorang Syeikh azan di Borobudur, penulis masih belum menemukan berita lainnya. DI youtube aada beberapa Channel yang menayangkan Azan ini, diantaranya: WORLD MEDIA TAMAGenerasi Ahad Sains QuranSamudra ilmu dan AdoGaloLop.

Hingga hari ini, Penulis tidak mendapatkan informasi permintaan maaf atas kejadian ini, ataukah memang azan di Borobudur hanya hisapan jempol (tak pernah terjadi)?

Wallahu alam

.

Sponsor