Cari

Kerajaan Sriwijaya Fiktif Dibantah, Siapa yang Membela Kerajaan Tarumanagara yang dituding Fiktif?

[Historiana] - Bahasa ini terkait dengan artikel yang dibahas pada artikel sebelumnya "Kerajaan Sriwijaya Dan Tarumanagara Fiktif?" Pernyataan Ridwan Saidi, Budayawan Betawi dalam wawancara dengan Vasco pada kanal Youtube "Macan Idealis" yang dipublikasikan 25 Agustus 2019 telah meningkalkan kontroversi. Khususnya mengenai pernyatannya bahwa Sriwijaya Fiktif"

Tak kurang para Budayawan, Arkeolog dan Sejarawan dari Sumatera Selatan telah memberikan tanggapannya. Bahkan Gubernur Sumater Selatan pun memberikan tanggapannya. lebih dari itu, Budayawan dari Yayasan Kebudayaan Tandipulau berencana mengadukan kasus ini ke pihak kepolisian. Demikian seperti diberitakan CNN Indonesia.

Lihat juga versi Videonya



Yang menjadi pertanyaan adalah dimana berita yang bisa kita dapatkan tanggapan dari Budayawan, Sejarawan dan Arkeolog yang membantah bahwa Kerajaan Tarumanagara yang juga dianggap Fiktif oleh Ridwan Saidi. Dan disebutkan bahwa Raja Purnawarman adalah Raja Khmer, Kamboja.

"Yang heboh kok Sriwijaya saja, enggak ada Tarumanagara yang saya bilang fiktif juga. Tarumanegara kan juga saya bilang fiktif," ujar Ridwan Saidi seperti dikutip kompas.com.

Candi-candi Batujaya adalah "Unur" bukan candi! Sementara itu hasil penelitian dan ekskavasi Candi ini menunjukan bangunan yang berdiri abad ke-2 hingga ke-8 Masehi dan dikaitkan dengan Kerajaan tarumanagara. Apalagi prasasti-prasasti yang ada telah menyebut Raja Purnawarman Raja Kerajaan Tarumanagara.

Namun, hingga artikel ini dibuat, belum ada tanggapan keberatan tentang pernyataan tarumanagara yang fiktif. Apa efeknya? ini terkait dengan kerajaan Sunda dan Galuh bahkan berpengaruh pada Kerajaan Kalingga dan mataram Kuno. Raja pertama pendiri Kerajaan Sunda adalah menantu Raja Tarumanagara ke XII, Maharaja Linggawarman. Sang Tarusbawa adalah menantu Raja Tarumanagara dan menjadi Raja Tarumanagara Terakhir menyusul maklumat Sang Tarusbawa bahwa sejak tahun 669 Masehi, Pelantikannya berlangsung tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi).

Tarumanagara berubah nama menjadi Kerajaan Sunda. Diikuti pemisahan Kerajaan Galuh dengan pernyataan Mahardika dari Tarumanagara yang berubah menjadi Kerajaan Sunda oleh Sang Wretikandayun dengan dukungan Kerajaan Kalingga (kemudian menjadi Mataram Hindu).

Jika para Sejarawan, Budayawan dan Arkeolog diam saja tidak membuat bantahan, maka pernyataan tersebut dikhawatirkan oleh kalangan milenial dianggap benar. Efek lanjutannya adalah Kerajaan Sunda bisa-bisa dianggap Fiktif. Apalagi telah lama kita membaca tudingan bahwa Kerajaan Pajajaran fiktif. Lama-lama sejarah bangsa akan hilang.

Kita tunggu Sejarawan, Budayawan dan Balai Arkeologi Jawa Barat dan Banten.


Referensi

  1. Danasasmita, S. 1983. Sejarah Bogor. Bogor:Paguyuban Pasundan Cabang Kodya Bogor.
  2. Atja & Ekajati, E.S.1989.Carita Parahiyangan “karya tim pimpinan pangeran wangsakerta”.Bandung:Yayasan Pembangunan Jawa Barat.
  3. Iskandar, Yoseph.1997.Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa.Bandung:Geger Sunten.
  4. Kompas.com dengan judul "Ridwan Saidi: Kerajaan Sriwijaya Fiktif Sudah Pernah Dibukukan", .kompas.com 2019/08/28 Penulis : Vitorio Mantalean, Editor : Irfan Maullana.

Sponsor